Minggu, 10 Juli 2022

Rangkaian Lampu LED Berjalan / Running LED

Rangkaian lampu LED berjalan (running LED) memang sangat menarik untuk dipelajari. Banyak orang yang mencoba untuk membuat sendiri, meski tidak sedikit yang masih belum terlalu paham bagaimana cara membuatnya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas bagaimana cara membuat dan cara kerja rangkaian lampu LED berjalan.


Sebelum memulai pembahasan siapkan dulu komponen-komponen berikut : IC 555, IC 4017,  resistor, kapasitor, dan tentu saja lampu LED. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada skema rangkaian lampu led berjalan dibawah ini.

rangkaian running led
Rangkaian running led

IC 4017 merupakan salah satu IC dengan teknologi CMOS (Complentary Metal Oxide Semiconductor). IC ini bekerja pada rentang tegangan antara 3 Volt sampai 15 Volt DC, dengan kebutuhan arus listrik yang hanya berkisar beberapa μA saja. Catu daya untuk CMOS memerlukan pengaturan sangat sedikit.

Dengan tegangan dibawah 3 Volt , IC CMOS tetap dapat bekerja, namun dengan kecepatan switching yang berkurang. IC 4017 adalah jenis IC Pencacah Decade (Decade Counter) dengan 10 output. IC ini menghasilkan 10 Output yaitu dari Q0 – Q9, memiliki Clock. Clock Enable, Reset dan Carry Out masing– masing terdapat dalam satu pin. Pada setiap pencacahan hanya satu keluaran yang berlogika 1, ke sembilan keluaran lainnya berlogika 0, jadi setiap saat hanya ada satu keluaran yang dapat berlogika 1. Konsep inilah yang nantinya akan kita gunakan dalam membuat rangkaian lampu LED berjalan. Berikut merupakan tabel kebenaran dan timing diagramnya:

rangkaian running led
Tabel kebenaran
rangkaian running led
Sinyal Output IC

Prinsip kerja rangkaian lampu LED

Setiap rangkaian lampu LED berjalan hampir pasti memerlukan sebuah rangkaian clock, agar nyala lampu dapat berjalan dengan baik dan teratur. Biasanya kebanyakan kita menggunakan IC 555 untuk membuat clock. Cepat lambatnya clock dapat diatur sesuai kebutuhan. Adapun rumus untuk menghitung kecepatan clock yakni sebagai berikut:

T =1/F

F =1,44/{(Ra+2Rb)C}

Dimana;

F= frekuensi (Hz)

T= periode(sekon)

Agar kecepatan gerak counter dapat diatur sewaktu-waktu, maka Rb harus menggunakan trimpot (potensimoeter).

Di dunia elekronika IC counter tidak hanya satu jenis dan memiliki fungsi yang sama, tergantung IC ini aktif low ataupun aktif high.Untuk mengetahui hal ini maka harus mencari data sheet setiap IC yang ingin digunakan. Data sheet ini dapat dicari melalui internet maupun buku.

Seperti pembahasan sebelumnya, IC yang digunakan pada rangkaian lampu berjalan adalah IC 4017, yang merupakan IC counter modulus 10, dengan output menggunakan prinsip decoder, dimana pada setiap clock yang aktif, hanya terdapat 1 output yang aktif, dan secara bergantian aktifnya. Perhitungan output yang aktif berasal dari counter yang terdapat dalam IC tersebut, yang pada umumnya berupa flip flop.

Decimal counter atau pencacah modul 10 merupakan pencacah yang mencacah dari 0000 sampai 1001 (0 sampai 9 dalam desimal). Pencacah ini mempunyai empat harga bagian, yaitu 8-an,4-an,2-an, dan 1-an,sehingga pada pencacah ini  memerlukan empat flip-flop yang dihubungkan sebagai ripple counter. Untuk mendapatkan modulus 10, dapat juga dengan menghitung empat harga bagian tersebut. Jadi untuk Mod 10 maka kaki Ro1 dan Ro2 harus terhubung pada 8-an dan 2-an.Karena 8+2=10.

Untuk menampilkan outputnya pada LED, tidak memerlukan converter apapun. Dari output IC 4017 langsung dihubung ke output, hanya saja diperlukan resistor yang dipasang seri dengan LED. Hal ini bertujuan untuk menghambat arus yang masuk dioda jangan terlalu besar sehingga tidak merusak LED tersebut, namun sebenarnya arus keluaran dari IC 4017 sudah kecil, sehingga dapat saja dibuat tanpa resistor. Namun akan lebih aman jika kita menggunakan resistor dalam rangkaian lampu LED ini.

Jika LED yang aktif secara bergantian dimulai dari ujung kanan menuju ke kiri maka output 0 IC 4017 dihubungkan ke LED paling kanan, dan output 9 dihubungkan ke LED paling kiri. Berdasarkan tabel kebenaran IC 4017, dimana setelah output 9 aktif, secara otomatis counter akan mengulang dari awal, sehingga output 0 akan aktif kembali setelah output 9 aktif, begitu seterusnya. Namun disini LED menyala dari tengah menuju kedua sisi, dan hal itu telah dijelaskan pada gambar rangkaian.

Rangkaian lampu LED berjalan diatas akan menyalakan lampu LED secara bergiliran dari tengah menuju kiri dan kanan, kemudian setelah diujung lampu menyala akan kembali ke tengah dan begitu seterusnya. Hal ini dikarenakan lampu yang ditengah disambung pada kaki 3 IC 4017 yang merupakan pin nyala pertama (lebih jelas lihat tabel pada dasar teori). Kemudian kaki 2 yang nyala kedua disambung pada 2 lampu disebelah kiri dan kanan lampu pertama, selanjutnya kaki 4 yang akan nyala ketiga disambung lagi pada lampu LED berikutnya, hingga nantinya tiba di kaki 1 pada IC 4017 yang tersambung pada dua lampu LED yang paling tepi, kemudian kaki 5 yang nyala berikutnya disambung pada kaki 10 yang akan menyalakan juga lampu LED yang sama dan tersambung pada kaki 10. Intinya bagaimana nyala lampu yang diinginkan cukup memilih akan disambung pada kaki yang mana. Mengenai kaki IC 4017 tersambung dengan LED yang mana dapat dilihat langsung pada gambar rangkaian diatas.

Demikian penjelasan singkat cara membuat rangkaian lampu LED berjalan, semoga bisa menjadi referensi  bagi yang ingin membuat running LED sendiri. Baca juga artikel menarik sebelumnya seperti rangkaian pengendali motor, cara membuat PCB sendiri, dan rangkaian lampu tidur otomatis.

Sumber: https://erudisi.com/rangkaian-lampu-led-berjalan/

Rangkaian Lampu Flip-flop Beserta Skematik dan PCB Sederhana

Rangkaian lampu flip-flop sebenarnya mirip seperti rangkaian lampu led berjalan yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya, namun dengan tingkat kerumitan yang lebih rendah. Meskipun bisa dibilang sederhana, lampu flip-flop cukup mengasyikan bagi para penggemar elektronika pemula untuk memulai belajar membuat rangkaian dan membuat PCB sendiri. Disebut rangkaian lampu flip-flop karena lampu LED nyala dan padam secara bergantian.

rangkaian lampu flip flop

 Prinsip kerja rangkaian lampu flip-flop Berjalan

Konsep dasar yang digunakan dalam rangkaian lampu flip-flop ini adalah fungsi transistor sebagai saklar dan charging kapasitor. Secara awam, transistor akan mengalirkan arus dari kolektor ke emitter ketika tegangan basis lebih besar dari 0,7 volt (kondisi saturasi). Jika kurang dari 0,7 volt maka transistor akan memutuskan arus listrik (kondisi cut off).

Saat pertama rangkaian ini dinyalakan, arus listrik mulai mengisi kapasitor C1 (charging). Tegangan kapasitor ini akan naik perlahan berbanding lurus dengan nilai kapasitansi dan hambatan resistor R3.

Ketika tegangan kapasitor C1 sudah melampui tegangan ambang yaitu 0,7 volt. Maka transistor Q1 akan mengaliran arus listrik dari kolektor ke emitter yang melalui LED warna merah.

Proses selanjutnya adalah pengosongan muatan kapasitor C1 karena mengalirnya arus pada transistor Q1. Sementara itu, pada saat bersamaan kapasitor C2 sedang melakukan proses charging.

Sesaat setelah muatan kapasitor C1 kurang dari tegangan ambang, tegangan kapasitor C2 tepat melampui tegangan ambang. Sehingga yang tampak adalah LED merah padam sementara LED hijau menyala. Proses kembali terulang dari awal.

Adapun resistor R1 dan R4 pada rangkaian flip-flop ini berfungsi sebagai pembatas arus yang mengalir melalui LED. Sehingga LED bisa terhindar dari arus listrik berlebih yang bisa menyebabkan kerusakan.

Sedangkan baterai yang dianjurkan sebesar 9 volt DC. Anda bisa menggunakan tegangan yang lebih rendah namun dengan nyala LED yang kurang maksimal. Sedangkan jika tegangan lebih dari itu dikhawatirkan akan terjadi kerusakan pada LED karena arus berlebih.

Daftar Komponen Rangkaian Flip Flop

Berikut spesifikasi komponen yang digunakan dalam rangkaian lampu kelap kelip :

Baterai                9 Volt

Switch                 (opsional)

R1 dan R4            470

R2 dan R3            10K

Q1 dan Q2            BC 547

C1 dan C2            100µ

Rangkaian Lampu Flip Flop Sederhana

lampu fliip-flop pcb

Demikian penjelasan singkat tapi padat mengenai rangkaian lampu flip-flop atau biasanya ada juga yang menyebutnya dengan lampu kedap kedip.

Sumber: https://erudisi.com/rangkaian-lampu-flip-flop-dan-skematik-pcb/

Cara Membuat PCB Sendiri

Cara membuat PCB sendiri sekarang sudah sangat mudah dilakukan. PCB bukan lagi sesuatu yang asing bagi pehobi elektronika (seharusnya). Meskipun sudah menjadi barang yang familiar, mari kita bahas sedikit mengenai definisi PCB. PCB (printed circuit board) merupakan papan rangkaian elektronika yang berupa jalur-jalur tembaga.yang siap dipasangi komponen elektronika. Pemasangan komponen bisa dengan beberapa cara, salah satunya disolder menggunakan timah.


Dalam pembuatan PCB terdiri dari beberapa tahapan. Tahap pertama adalah tahap perancangan skematik rangkaian elektronika yang akan kita buat PCB –nya. Tahap selanjutnya di sebut tahap routing atau mengubah rancangan rangkaian dari bentuk skematik menjadi tampilan PCB siap print. Cara membuat PCB yang terakhir adalah proses eksekusi, yaitu proses printing dan pelarutan. Mari kita bahas tahapan pembuatan PCB satu per satu.

Tahap perancangan menjadi langkah pertama dalam proses membuat PCB. Skematik rangkaian yang akan kita buat PCB-nya perlu dirancang sebaik mungkin. Pastikan semua spesifikasi komponen, mulai dari ukuran fisik hingga besaran-besaranya.

Tahap membuat PCB selanjutnya adalah proses routing. Proses ini bisa dilakukan secara manual bisa juga dengan bantuan software. Routing secara manual bisa dibilang cara paling mudah. Cukup gunakan spidol permanen atau rugos untuk menandai jalur PCB. Setealh selesai menggambar jalur, PCB polos siap untuk dilarutkan. Namun kekurangan membuat PCB dengan cara manual adalah hasilnya yang tidak terlalu bagus.

Untuk menghasilkan PCB dengan kualitas gambar yang bagus, anda bisa menggunakan bantuan software seperti eagle, PCB wizard, atau yang lainya. Dari semua software PCB, kebanyakan pehobi elektronika menggunakan software Eagle. Anda bisa googling dengan mudah untuk mendapatkanya. Untuk penjelasan cara membuat PCB menggunakan Eagle  Insya Allah akan dibahas pada artikel selanjutnya.

Langkah terakhir dalam membuat PCB adalah printing dan pelarutan. Proses ini mungkin menjadi bagian yang paling krusial, karena berhasil atau tidaknya proses pembuatan PCB sangat tergantung pada tahap ini. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas cara membuat PCB khusus manual secara mendetail. Untuk tutorial pembuatan PCB menggunakan Eagle bisa dibaca pada artikel cara membuat PCB dengan EAGLE. Adapun tahapan membuat PCB adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan skema rangkaian yang akan dibuat PCB nya. Jika anda menggunakan cara manual, maka tentukan terlebih dahulu tata letak komponen beserta tata jalur pada kertas. Bagi yang menggunakan software Eagle bisa melihat di cara membuat PCB menggunakan Eagle.
  2. Siapkan PCB polos, kemudian bersihkan permukaan tembaga menggunakan kertas gosok atau amplas sambil diberi sedikit air. Bersihkan lalu keringkan.
  3. Gambar tata jalur PCB pada bagian permukaan tembaga menggunkanan spidol permanen. Lebar jalur untuk menggambar PCB biasanya berkisar antara 0,8 – 1,0 mm. Jika anda menggunakan rugos, maka pilih rugos dengan pola garis lurus tipis dan pola lubang. Gunakan cutter untuk membuat atau memotong jalur yang sudah digambar dengan rugos.
  4. Pastikan setiap jalur yang dibuat sesuai dengan skema rangkaian. Perhatikan mana jalur yang seharusnya terhubung dan mana yang tidak terhubung.
  5. Potong PCB sesuai ukuran tata jalur yang sudah digambar. PCB yang tidak dipotong membuat proses pelarutan berlangsung lama.
  6. Siapkan wadah plastik dan air panas. Campurkan serbuk FeCldengan air panas didalam wadah plastic. Jika semua serbuk sudah larut dengan air, masukkan papan PCB kedalam larutan FeClProses pelarutan ini biasa disebut Etching.cara membuat pcb sendiri
  7. Goyangkan wadah plastik secara perlahan utuk mempercepat proses peleburan tembaga pada PCB. Umumnya proses etching tidak berlangsung lama. Jika semua lapisan tembaga selain tata jalur sudah terlihat luntur, maka papan PCB sudah bisa diangkat.membuat pcb sendiri etching
  8. Setelah papan PCB diangkat menggunakan kain (usahakan tangan jangan menyentuh larutan) segera cuci dengan air bersih untuk menghilangkan sisa larutan. Lalu keringkan PCB, bisa menggunakan lap atau bisa juga diangin-anginkan.
  9. Langkah selanjutnya siapkan bor listrik dengan diameter mata bor 0,8 – 1 mm. Lubangi jalur yang berbentuk lingkaran secara perlahan.
  10. Lubangi keempat sudut papan PCB untuk meletakan Gunakan bor listrik berdiameter 3 mm.
  11. Setelah semua proses diatas selesai, bersihkan PCB menggunakan amplas dan bilas dengan air untuk menghilangkan tinta. Namun jika komponen belum akan dipasang, disarankan untuk tidak mengamplas terlebih dahulu dan baru dibuang tintanya saat komponen akan dipasang untuk menghindari karat tembaga yang timbul.cara membuat pcb sendiri

Demikian ulasan singkat bagaimana cara membuat PCB sendiri. Untuk bahan-bahannya bisa didapatkan di toko elektronik terdekat.

Sumber: https://erudisi.com/cara-membuat-pcb-sendiri/

Tambahan dari RudyH TAV Stemga

Larutan untuk membuat PCB bisa juga menggunakan Campuran...

Air (H2O) : HCL : H2O2 , perbandingan 4 : 1 : 1

Contoh: Air (100ml) : HCL (25ml) : H2O2 (25ml)